Jumat, 19 Desember 2008

Pembuatan Bioetanol (Etano /Alkohol dari tumbuhan)

Bahan bakar etanol diproduksi dari sari tanaman tebu, yang disebutnya tetes tebu. Untuk membuat bioetanol, tetes tebu sebelumnya harus dicampur dulu dengan ragi, pupuk NPK, urea, dan air. "Proses ini dinamakan fermentasi dan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari.

Setelah dua hingga tiga hari akan terlihat campuran air n etanol. Selanjutnya, campuran air etanol di distilasi atau dipanaskan untuk memperoleh etanol atau alkohol. Proses pemanasan ini dilakukan untuk memurnikan alkohol yang terkandung dalam proses fermentasi. Panasnya pun mencapai kisaran 80 derajat Celcius.

Asap dari pembakaran tersebut yang mengandung alkohol murni. Namun, agar bisa dipakai, harus dicairkan dulu. Caranya, uapnya didinginkan dulu,

Hasil dari proses ini, dianamakan kondensasi (mencairkan alkohol), namun kandungannya hanya mencapai maksimal 94 persen. Alkohol ini belum bisa dipakai sebagai pengganti premium

Agar bisa dipakai sebagai pengganti premium, kadar alkohol harus ditingkatkan. Minimal, kadar alkoholnya harus mencapai 99,5 persen. Pemurnian hingga 100 persen dapat dilakukan dengan absorbsi.

Agar dapat memperoleh satu liter bioetanol, dibutuhkan empat kilogram tetes tebu, 1,1 gram ragi , 2,3 gram pupuk urea dan 0,5 gram pupuk NPK. "Sekitar itu bahan yang dibutuhkan untuk memperoleh satu liter bioetanol," terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar